pesan ini lagi



kepada kasih yang tak pernah sampai

yang sudah punya dada untuk bersandar

aku di sini aku masih di sini merindukan hangatnya dadamu

aku kembali merindukan di saat kita tersenyum bersama di bawah gemerlap lampu dengan lantunan token listrik yang sama samar meredupkan suara bahagia kita berdua

aku rindu hangat itu 

di kala aku percaya bahwa kau satu satunya

takdir berikan aku sekali lagi...

sebuah rasa yang memberikan cahaya pada rasa yang telah mati yang membuatku selalu bangkit dari segala mimpi buruk ku



Posting Komentar

0 Komentar