YANG SELALU HADIR



Siang ini, sendu kembali bertamu ke dadaku.
Gerak batinku berbisik kau sedang bersama yang lain.
Perlahan, kekosongan menggrogoti sisa jiwaku yang letih.

Kau yang dulu berjanji,
masihkah ingat kata-kata yang kau ucap
saat tubuh kita berpadu dalam hangat dan genggaman mesra?

Apakah kisah ini akan berakhir dengan luka yang sama?
Ah, betapa bodohnya aku,
menyembah cinta yang kerap menjelma candu.

Sungguh, cinta
adalah komedi paling lucu
yang selalu membuat hati ini ter iris.

Apakah pada akhirnya aku akan mati dalam sepi?
Apakah luka-luka ini akan terus menyelimuti
hingga napas terakhir yang tersisa?

Wahai bahagia,
hanya ingin sekali saja aku bersahabat denganmu.
Apakah aku memang tak cukup menarik
untuk kau singgahi, walau sebentar saja?

tak tahu, ini karma atau takdir,
yang kutahu, aku sudah terlalu terbiasa
hidup berdampingan dengan perih.

Masih adakah senyum yang tulus,
atau cinta yang jujur,
yang sudi mengobati semua lelah di dada ini?

Tuhan, sertailah aku dalam setiap ujian-Mu,
sebab sungguh,
aku tak sekuat yang

Posting Komentar

0 Komentar