ketika foto interprestasi menciptakan imajinasi makna
aku ingat dulu bisa bahagia tanpa mencari arti kebahagiaan itu tersendiri
di saat berkeringat di bawah matahari sambil kutendang bola ke gawang musuh
di saat bentakan yang membangun dan membantu ku menjadi lebih baik
dan di saat menikmati hasil jarahan buah tetanggaku
itu semua lebih menyenangkan dari berkeringat di atas kasur,
bentakan bos yang tak pernah sudah yang membuat ku terus merasa lelah
kemana kebahagiaan itu semua apakah dia sepertiku ikut tenggelam pada waktu dan menua?
oh indah rasanya aku bosen terus menghadap realita.

0 Komentar