KOPI,LUKISAN,KENANGAN

KOPI,LUKISAN,KENANGAN



 

Tunggu..
Santailah sejenak
Karna tepat setelah meja-meja ditinggalkan
Kedai ini menyesak sebagai satu-satunya keterangan
Satu kisah yang pernah kita upayakan
Beribu rencana yang pernah kita perjuangkan, lenyap
kau memutuskan berpindah hati
Sebelum satu persatu rencana berhasil diwujudkan

Dan kini,
Satu-satunya yang tersisa hanyalah goresan yang aku buat sebahagai prasasti kesendirian
Kapanpun sunyi merasuk jiwamu, kemarilah
pesan kopi terpahit dengan kenangan termanismu
Genggam kesedihanmu sebagai duka paling bahagia
Dan bila hatimu butuh didengarkan..
Temui aku dalam perbincangan, niscaya kopi yang kau pesan tak akan sepahit kehilangan.


Posting Komentar

0 Komentar