pada hari ini hari dimana saya masih mencari arti, arti keberadaan saya di bumi tentang apa itu makna hidup dan apa itu kebahagiaan yang dimana hal hal tersebut adalah faktor penting banyak manusia bertahan di tengah dalamnya duka yang berjalan, saya tersadar saya harus tetap bertahan bukan karna sebuah cinta bukan karna sebuah keluarga tapi karna hal kecil yang tak pernah saya bayangkan, saya belom menebus sebuah janji yang saya ukir sebagai prasasti perjanjian bersama teman di sudut kenangan kita pernah bersaksi bahwa kita akan kembali dengan versi terbaik kami. Ternyata itu cukup menjadi percikan air di kala saya sudah mengantuk dan lelah mengahadapi dunia ini. Saya pikir... saya sudah tidak perlu memberikan pembuktian terhadap apa yang ada di dunia ini demi keluarga? keluarga yang selalu membuat saya merasa asing? atau demi cinta? cinta yang membuat saya selalu merasa tidak berharga. sungguh saya hampir tak kuasa menghadapi semua cobaan yang tuhan berikan, saya hampir tak tau harus bangkit dari mana layaknya makanan lezat yang hambar ketika sakit, bagiku semua hal rasanya sudah tak menarik. Miris rasanya hal ini di ucapkan oleh anak muda yang tentunya masih memiliki jalan hidup yang panjang, tanyakan itu pada takdir yang di tuliskan oleh tuhanmu.
Saya memang tidak beruntung justru itu kenapa orang orang menghakimi ketidak beruntungan saya jika saya harus tenggelam saya akan memilih itu dari pada terus berenang-renang tapi tak pernah mencapai tepi. Berbahagia lah kamu berbahagialah saya berbahagialah kalian, semoga kita selalu mempunyai tanggung jawab emosional terhadap orang-orang yang pernah kita berikan harapan
"lu belom nonton maroon 5 secara langsungg!!" hal kecil yang membuat saya sadar, saya ternyata masih punya tujuan.
-terima kasih penulis yang sudah mengirimkan kisah yang tak bisa di lihat dari sudut pandang orang lain semoga sesak yang ada di dadamu menjadi arti yang paling bahagia di hari tua mu
0 Komentar