tiap malam aku duduk kembali di kursi yang ku favoritkan mencoba menghormati segala cunta yang kau tinggalkan bersama kerinduan
apa yang mereka tau tentang kesedihan kekasih ku, bukan rasa sedih yang mereka yang rasai tapi rasa sedih ku yang tidak bisa mereka pahami, apa yang mereka tau tentang kesepian sesayang ku bukan rasa sepi yang mereka tulis kan tapi sepiku yang tak terprosakan apa yang mereka tau tentang kerinduan kecintaku bukan rindu yang biasa mereka rasain tapi rinduku menulis prosa jalanan yang indah untuk mu yang satu
cintaku kepadamu, belum pernah ada contohnya. Cinta Romeo dan Juliet, si Majnun Qais kepada Laila, belum apa-apa. Temu pisah kita lebih bermakna dibandingkan temu pisah Yusuf dan Yulaiqa. Rindu dendam kita melebihi rindu dendam Adam dan Hawa.
oh yang kurindukan, jika takdir mengizinkan mau kah kau mengukir kembali kisah yang manis di lembaran suka
0 Komentar